Kamis, 12 Januari 2017

Hujan, disambati atau disyukuri ?

Hujan. Satu kata. Lima huruf. Banyak yang suka. Banyak pula yang dongkol. Bagi orang-orang penjual minuman hangat, inilah suasana yang pas. Biasanya banyak pembeli mampir ke kedai atau warung untuk menikmati minuman ini. Bagi petani yang tanamannya lagi butuh air, hujan adalah kondisi yang  penuh rejeki. Tidak butuh pompa untuk mengairi tanaman mereka

Tapi hujan juga bisa menjadi hal yang tidak disukai oleh petani. Ketika tanaman mereka sudah siap panen, hujan yang sangat deras bisa menggagalkan panen mereka. Begitu juga denganku yang kemarin baru saja berkeliling pulau Madura untuk pertama kalinya. Hujan yang sangat deras turun, menghentikan perjalanan sejenak sehingga singgah lebih lama di warung makan.

Kaget ? Mungkin. Gabungan antara pasrah, kaget dan menikmati sih sebenarnya. Waktu yang seharusnya direncanakan untuk perjalanan bermotor, akhirnya harus berhenti sejenak karena hujan. Cukup lama memang. Dan aku tidak tahu kapan hujan akan berhenti karena ku melihat langit di Madura masih sangat gelap.

Saat itu ku berpikir, kok hujan ya ? Kenapa enggak ? Kan langit uda mendung ? Tapi kok deras banget ? Ya udah lah. Toh dengan begitu bisa istirahat sejenak ketika perjalanan berkeliling Madura. Bisa jadi itu adalah cara Tuhan untuk mengingatkan untuk beristirahat sejenak agar bisa fresh melanjutkan perjalanan.

Dan begitu pula dengan saat ini, karena hujan yang sangat deras in juga aku menulis untuk yg pertama kali di tahun 2017 :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar