Tampilkan postingan dengan label humor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label humor. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Januari 2019

Aceb dan Akam ngomongin program Legalisasi ganja halal

"Mas kopi hitam satu ya" Setelah memesan kopi, Aceb menyapa Akam yang sudah ada lebih dulu berada di warkop.
.
"Ngapain kamu tertawa sendirian Kam? Kayak orang gila"
"Ini lho Ceb, lihat fanspage Nurhadi-Aldo, hahaha, juancuk sekali"
"Owala Dildo toh, sejak ada Dildo, pertengkaran cebong vs kampret jadi hilang setengah ya, seperti dihilangin Thanos. Ada postingan nyeleneh apalagi emang?"
"Ini lho program kerjanya, Legalisasi Ganja Halal. Masa jargonnya menuju Indonesia Terbang. Hahaha"
"Hah? Apa? Beneran?"
"Yah bohongan lah Ceb, namanya juga paslon fiktif, hahaha"
.
.
Kopi yang dipesan Aceb pun datang.
"Heee, ya tahu. Maksudku, kalau program ganja halal ada beneran, kamu setuju, Kam?"
"Jelas setuju dong. Kapan lagi bisa ngefly secara legal?"
"Oohh, jadi biar bisa ngefly legal ya, Kam?" Aceb bertanya dengan nada menantang.
.
Akam memandang Aceb dengan tajam sesaat kemudian dia tertawa.
"Ya enggak lah, aku kan gak make cuk, hahaha. Tapi gak ada salahnya kan di legalisasi?"
"Ya salah lah"
"Cannabis sativa kan banyak manfaatnya, buat kesehatan banyak tuh. Lagian aku juga gak nemuin berita tentang orang mati karena make ganja, yang ada malah ngefly. hahaha"
"Ya kalau disalahgunain gimana? Kayak gak tahu orang Indonesia aja Kam, jangan disamain kayak orang Kanada lah, di sini tuh beda kondisinya hee "
"Disalahgunain gimana, Ceb? ngomong pake data dong, hahaha"
.
Pemilik warung menyalakan TVnya, sepertinya dia malas mendengarkan obrolan Aceb dan Akam.
Aceb, mulai menyeruput kopinya.
"Kamu lihat anak kecil yang dibawa ortunya ke bioskop kemarin gak? padahal sudah jelas filmnya untuk 13+, tapi malah diajak nonton"
"Ya itu salahnya penjual tiket Ceb, hahaha"
"Ya itu maksudku Kam"
"Ya makanya di program Dildo tuh ada yang namanya sosialisasi penggunaan ganja dengan baik dan benar, Ceb hahaha"
"Ah paslon ngaco diladenin, buat lucu-lucuan aja itu"
"Nah itu ngerti, hahaha"

Obrolan Aceb dan Akam pun berhenti saat Chelsea Islan muncul di TV.

Minggu, 09 Desember 2018

Mumet ndasku, piye iki cuk? (Pusing kepalaku, Bagaimana ini cuk?)

"Piye ujianmu?" (Bagaimana ujianmu?")
"Mbuh Cuk, nggarai ngelu, koen gk ngelu ta ngerjakno ujiane mau iku?" (Tidak tahu lah, membuat pusing, kamu tidak pusing apa mengerjakan ujian tadi itu?")
"yo gak lah" (ya tidak lah)
"enak yo arek pinter koyok awakmu" (enak ya anak pintar seperti dirimu)
"Lah prasamu cuk, aku yo ngelu pas sinau. Koen wingi tak jak sinau bareng malah gk gelem" (Lah cuk, aku juga pusing saat belajar. Kamu kemarin aku ajak belajar bareng tidak mau")
"Sibuk push ranked cuk" ("Sibuk push ranked cuk")
"Wes ta lek sik ngelu nang dokter kunu, hahaha" (Sudahlah kalau masih pusing pergi ke dokter sana, hahaha")
"Hancok, wes wes ayo ngegame ae, ben ilang ngeluku" ("Hancok, sudah sudah ayo main game saja, biar hilang pusingku")
"ngelu malah ngegame, lek kalah ngelu pindo koen, hahaha" (pusing malah main game, kalau kalah malah lebih pusing kamu")
"Cuk"

Cerita di atas sepenggal percakapan selesai ujian. Mungkin banyak percakapan yang mirip seperti itu tentang bagaimana ada teman yang pusing setelah ujian, tetapi ada hal yang unik. Pusing yang dimaksud dalam orang-orang seperti percakapan tadi adalah pusing dalam hal bingung bukan sakit kepala.

Sering kita menyebut pusing dalam artian berpikir karena sedang bingung adalah pusing. Hal tersebut tidak salah karena dalam kbbi pun, pusing adalah sakit kepala, pening. Tetapi ada definisi lainnya yaitu pusing adalah tidak dapat berpikir(karena bingung, tidak keruan, sedih dan sebagainya).

Pernah tidak kita merasakan pusing karena belajar suatu hal yang baru? Pasti pernah dong, masa enggak.
Aku mau memberi pengalaman pusingku. Jadi gini. Aku pernah pusing saat pertama kali belajar fotografi. Aku tidak pernah punya kamera sebelumnya. Kamera yang kubeli saat itu adalah dslr yang cukup canggih. Aku belajar fotografi karena ingin menghasilkan gambar bagus seperti contributor national geographic itu lho.

Setelah jeprat-jepret percobaan. Aku baru sadar kalau fotografi itu bukan hal mudah seperti memasak air rebus. Teknis kamera seperti segitiga pencahayaan, iso, diafragma, kecepatan shutter dan lain sebagai-bagainya. Itu ribet b*ngs*d. Belum lagi soal teknik foto, mulai angel (malaikat) eh sudut foto maksudku, komposisi, pencahayaan luar, pola gerakan. Belum lagi soul(jiwa) bisa ada di foto itu sendiri. Itu semua sangat membuat kepala mendidih wahai para cebong dan kampret. Jadi yang bisa tersulut emosi bukan hanya kalian woi.

Lho kok sampai cebong kampret. Oke sebelum pembahasan melebar ke mana-mana balik ke topik. Aku mau menggarisbawahi dan menebalkan bahwa belajar hal baru itu membuat pusing tau. Bersyukurlah kita yang masih bisa pusing karena itulah tanda kita belajar suatu hal yang baru.

Jadi kalau kita bertemu teman yang sambat pusing, ajaklah ke dokter, kalau dia tidak mau berarti bukan pusing karena sakit kepala. Itu.

(judul sengaja dibuat clickbait)

Minggu, 01 Juli 2018

Kamu ndukung apa wahai penonton abadi ?

Kamu ndukung apa wahai penonton abadi ?

Hari ini saya sedikit sedih karena Messi dan Ronaldo tidak bisa bersalaman di perempat final piala dunia 2018. Tapi mereka mungkin salaman di bandara.

Saya juga sedikit lega karena gontok-gontokan pendukung Messi dan Ronaldo asal INDONESIA di medsos juga sedikit mereda. Sedikit.

Kalau bicara soal dukung mendukung, Indonesia minggu ini tidak hanya soal sepak bola tapi juga "itu". Iya "itu" , yang terjadi 27 Juni 2018 itu, masa' lupa, atau jangan-jangan gak tau ? Ya sudah, toh saya juga tidak akan terlalu membahas "itu". "Itu" itu maksudnya pesta demokrasi, gitu aja diberitahu.

Mulai dari si A mendukung si B. Si C mendukung si D. Begitu seterusnya sampai si ZY mendukung si ZZ dan si ZZ mendukung si A. MBULET. Ada yang senang, sedih, B aja (biasa aja), numpang ngakak, sedih campur ngakak dan banyak lagi ekspresinya. Tapi untungnya dukung mendukung mereka tidak sampai ke ranah hiburan piala dunia. Kalau iya bisa repot, kok bisa ?

Saya akan mengajak anda-anda sekalian berandai-andai. Begini.

Jika Jokowi mendukung tim Argentina. Bagaimana perasaan "pendukung Argentina asal Indonesia yang pro Prabowo"?

Di medsos kira-kira bakal keluar kata2 begini: Dasar presiden tidak nasionalis, Ganti ! (mereka mungkin malu kalau harus mendukung satu tim yang sama dengan pak presiden)

Atau sebaliknya

Jika Prabowo mendukung tim Portugal. Bagaimana perasaan "pendukung Portugal asal Indonesia yang pro Jokowi"?

Di medsos kira-kira bakal keluar kata-kata begini: anti asing kok mendukung tim asing !

Yang bikin rusuh adalah jika Amin Rais dan Fadeli Zon tiba-tiba mengadakan konferensi pers.
Di depan media mereka mengatakan bahwa Amin adalah fans berat Ronaldo dan Fadeli adalah fans berat Messi.

Nah ini repot, masa' iya fans Ronaldo dan Messi yang kontra Amin dan Fadeli gak bakal nonton piala dunia lagi ? 😂

Gimana ? mbulet ? 😂

Mong omong saya punya prediksi bola, ntar malam Spanyol pulang, penyebabnya: De Gea kartu merah !