Rabu, 06 April 2016

Prison school, surga atau penjara ?

Kali ini aku akan membahas sebuah komik yang aku ikuti belakangan ini, Kangoku Gakuen. Kangoku gakuen (prison school) adalah sebuah karya komik dari mangaka bernama Hiramoto Akira. Komik ini bercerita tentang kisah lima orang murid laki-laki baru di salah satu SMA di Jepang.

Hachimitsu private academy adalah salah satu SMA khusus cewek yang ada di Jepang. Dan sekolah ini mempunyai asrama. Tahun ini kebijakan sekolah tersebut diubah, sehingga murid cowok pun bisa masuk ke sekolah tersebut. Adalah Kiyoshi beserta empat orang temannya, Gakuto, Shingo, Jouji dan Andre, beruntung bisa masuk sebagai murid-murid cowok pertama di sekolah tersebut. Kebayangkan murid cowok yang sedikit, dikelilingi banyak murid cewek satu sekolahan :))

Komik ini bergenre komedi, kehidupan sekolah, echi, roman, dewasa dan tentunya harem. Hal-hal komedi di komik ini lebih banyak bercerita tentang kesalapahaman antar tokohnya. Misalnya, saat adegan Kiyoshi dan Gakuto mandi bersama. Shingo mengira mereka berdua adalah pasangan homoseks Karena sebelumnya Shingo tidak sengaja mendengar percakapan serius mereka berdua. Begitulah salah satu adegan konyol di komik ini.

Naluri mereka sebagai lelaki pun diuji di sini. Ketika malam tiba, mereka berempat kecuali Kiyoshi berniat untuk mengintip ke kamar ganti cewek. Kiyoshi awalnya tidak setuju dengan ide tersebut, tetapi akhirnya dia terpaksa melakukannya karena hpnya tak sengaja jatuh ke kamar ganti cewek.

Konflik lain di komik ini menceritakan OSIS bayangan yang tidak suka dengan ide murid cowok. Underground student council yang diketuai Mari tidak setuju dengan ide murid cowok di sekolahnya. Kiyoshi dkk pun harus melawan teror dari OSIS bayangan tersebut. Sampai akhirnya mereka harus mendapat hukuman karena dijebak oleh Mari cs.

Hukuman tersebut adalah berupa penjara yang terletak di tengah-tengah halaman sekolah. Di sinilah persahabatan kiyoshi dkk menjadi akrab. Dan merupakan inti dari komik tersebut.

Kamis, 17 Maret 2016

Wacana ke Lombok #1 - iklan rokok

Semua itu dimulai dari sebuah iklan di televisi. "My life my adventure" begitulah kira-kira bunyi sebuah iklan rokok tersebut. Tetapi yang membuat mereka begitu ingin ke Pulau Lombok bukanlah quote dari iklan tersebut. Melainkan sebuah panorama yang sangat indah sekali dari pantai-pantai dan Gunung Rinjani yang ada di pulau tersebut. Sejak saat itu, rencana untuk melakukan perjalanan ke sana pun mereka cari.

"Jadi kita punya tiga opsi nih buat ke pulau Lombok" kata seorang yang bertubuh kurus tinggi memulai obrolan sepulang dari kuliah.

"Apa aja ?". Sahut seorang berkaca mata yang postur tubuhnya agak berisi sedikit.

"Pertama, kita naik pesawat ke sana, lalu jalan-jalan, terus ndaki seperti biasa, lalu pulang. Kedua, kita berangkat lewat jalur darat, ya motoran sendiri, atau sewa mobil, kan Adit bisa nyetir mobil. Ketiga, kita ngikut travel agent, pulang pergi tinggal nyantai"

"Cuk, itu sih bukan tiga opsi, tapi dua, ngikut travel atau berangkat sendiri"
"Sebentar-sebentar, aku malas kalau harus nyetir mobil terus dari Surabaya ke Lombok, gendeng" seorang bertubuh gendut menginterupsi obrolan dua orang tersebut. "Lagian perjalanan darat itu makan waktu dua hari lho" tambahnya sambil menyeruput kopi sachet yang barusan dibuat tadi.

"Lah kan cuma kamu Dit yang bisa nyetir"

"Ya enggak lah Mal, ebesku juga bisa nyetir"

"Kamu mau ngajak ebesmu juga? Gila"

"Cuk, ya enggak lah, gendeng"

"Terus sapa yang nyetir"

"Mboh lah"

"Hahahahahah" suara tawa keluar dari pemuda berkaca mata. "Yauda kalo gitu aku aja yang nyetir, yakopo?" Dengan logat yang medok kata "yakopo" terasa geli didengar oleh kuping Orang Surabaya.

"Gendeng kon Cur, bisa-bisa kita masuk jurang pakk"

Langit sore menjelang magrib saat itu begitu indah. Biru kemerah-merahan, ditambah dengan mendung tipis-tipis yang membuat suasana sore itu romantis. Asap putih dari tembakau bakar yang terbang ke atas pun menambah indah suasana, bagi yang menganggapnya indah.

Di kos-kosan lantai dua. Obrolan mereka bertiga sore itu berputar tidak jauh dari Pulau Lombok. Mulai dari apa saja yang ada di sana. Cara pergi ke sana, sampai kenapa pulau itu dinamakan pulau Lombok. Apakah di sana banyak tanaman lombok atau tidak.

Obrolan mereka seolah tidak memperlihatkan kegelisahan para mahasiswa yang akan menghadapi ujian akhir semester (UAS). Seminggu lagi memang akan ada UAS. Bukan buku diktat atau slide power point yang mereka baca menjelang UAS. Tetapi segala hal yang berhubungan tentang sebuah pulau yang terletak di Indonesia bagian tengah. Lombok !

Senin, 08 Februari 2016

Tempat persinggahan sementara

"Di bandara 1 atau 2 mas ?" Tanya si supir
"Wah dimana ya, aku juga gk tahu e pak, hehe"
"Wah, masnya naik pesawat apa ?"
"Citilink Pak"
"Oh berarti di bandara 2 itu"
"Ooh"

Aku berangkat dari Gresik menuju Surabaya naik taxi. Aku berangkat 2 jam dari gresik sebelum penerbangan keberangkatan. Sebenarnya aku tidak tahu pesawatku akan terbang dari bandara mana ketika ditanya oleh sopir taxi. Dan waktu itu pun aku juga baru tahu kalau waktu 2 jam sangatlah mepet untuk sebuah penerbangan pesawat jika berangkat dari Gresik.

Suasana di Terminal 2 Juanda pagi itu lumayan sepi. Mungkin karena bandara ini memang baru beroperasi. Bandaranya memang besar dan tertib. Ketika pertama kali datang ke sini memang nyaman dan bersih. Bandara ini memang ditujukan untuk penerbangan internasional.

Aku berjalan masuk ke bandara. Saat itu adalah pertama kali aku naik pesawat. Hal yang aku tuju pertama kali adalah loket maskapai penerbangan terkait. Hahaha. Setelah bertanya-tanya ke pegawai loket, aku pun menuju ke tempat untuk menaruh barang ke bagasi. Aku pun mengeluarkan KTP dan menunjukkan kode booking tiket ke petugas.

Ada waktu sekitar 15 menit untuk bersantai setelah memasukkan barang yang perlu dimasukkan ke bagasi pesawat. Aku memilih keluar ruangan untuk mencari "udara". Di luar ruangan bandara yang ber-AC, pagi itu terasa panas. Memandangi langit luar yang biru membuatku nyaman. Aku melihat suasana orang-orang yang beraktifitas di Bandara. Banyak yang berseliweran untuk menuju tujuan masing-masing. Entah kemana tujuan mereka, bandara merupakan tempat persinggahan sementara untuk meneruskan perjalanan.

Ketika waktu 15 menitku habis, aku menuju ruang tunggu pesawat. Di tempat itulah aku menunggu untuk naik pesawat. Singgah sebentar untuk menuju tempat tujuanku.

Minggu, 07 Februari 2016

Reuni

Hujan sore ini mengguyur rata seluruh daerah di Kota Surabaya. Aku tahu karena habis hujan-hujanan dari timur ke barat kota. Hujan yang sama derasnya dengan lima hari berturut-turut ini pun reda ketika petang tiba.
Magrib itu pun aku berangkat dari rumah menuju ke rumah temanku. Rencananya kami akan bersama-sama datang ke acara reuni SMP kami.

Sudah sepuluh tahun kami telah lulus dari SMP Negeri 16 Surabaya. SMP yang terletak di jalan Bogangin Surabaya tersebut menjadi tempat sekolah kami. Banyak pelajaran, kejadian konyol, dan momen-momen lainnya yang terekam selama bersekolah di sana.

Sebenarnya diadakannya acara reuni ini adalah ya kumpul-kumpul. Bertemu kembali dengan teman2 lama yang mungkin sudah jarang bertemu. Ngobrol sana sini, bercerita tentang kejadian waktu sekolah dulu. Ataupun menanyakan kabar teman sahabat lama.

Bertemu mereka rasanya mengulang kembali memori jaman SMP dulu. Apalagi banyak juga guru yang diundang datang di acara tersebut. Rasa 'pangling' pun juga muncul ketika melihat teman2 saat ini. Ada yang sudah punya anak, ada yang sudah nikah, yang mau nikah, ataupun yang masih jomblo2 aja. Hahaha.

Ajang reuni ini disamping momen untuk mengenang masa sekolah. Juga sebagai ajang mendekatkan kembali teman lama. Karena banyak juga teman2 yang saat ini bertempat tinggal di luar Kota Surabaya.

Ada rasa senang bertemu teman2 lagi. Rasanya seperti waktu diputar kembali ke sepuluh tahun yang lalu. Waktu ketika masih mengenakan seragam putih biru. Ya, mengasyikkan.